<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8033809976239880556</id><updated>2012-02-11T18:12:10.503+07:00</updated><category term='Mechanical Design'/><category term='Greeting'/><category term='blogging'/><category term='Food n Drink Industry'/><category term='Linux'/><category term='internet'/><title type='text'>Ages of Shareable Technologies</title><subtitle type='html'>The rising of human technologies in the eyes of a young boy from the countryside.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.sackullawastu.co.cc/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sackullawastu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07587016397033701303</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/Sqd73LLfOgI/AAAAAAAAAAM/W_NFFBYNVuw/S220/dsc00245.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8033809976239880556.post-4762491312617750513</id><published>2012-01-04T20:46:00.003+07:00</published><updated>2012-01-07T18:04:56.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Food n Drink Industry'/><title type='text'>Mengenal Industri Tahu</title><content type='html'>Tahu adalah salah satu makanan tradisional berupa endapan sari kedelai yang dicetak menjadi padatan yang lunak dan sedikit kenyal ketika masih mentah. Sebagai sumber protein yang murah dan mudah didapat, tahu banyak diminati masyarakat dengan berbagai macam cara penyajian mulai dari tahu bacem, tahu goreng, oseng-oseng tahu, hingga kerupuk tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-kBotl8RB0YI/Tck0OLpdz7I/AAAAAAAAAR0/KPeVJdJcQp4/s400/gb+tahu+petis+%2528duniavegan.blogspot.com%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-kBotl8RB0YI/Tck0OLpdz7I/AAAAAAAAAR0/KPeVJdJcQp4/s320/gb+tahu+petis+%2528duniavegan.blogspot.com%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Contoh Olahan Tahu. Sumber: http://sugiyonotahu.blogspot.com.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan Tahu&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembuatan tahu dimulai dengan merendam kedelai sekitar 1 jam, yang bertujuan untuk membuat kedelai lebih lunak dan mudah dihancurkan. Kedelai dihancurkan bersama air dengan mesin penggiling, dan menghasilkan campuran antara larutan ekstrak kedelai dengan butiran-butiran kedelai yang masih tersisa. Setelah dimasak hingga mendidih, larutan ekstrak kedelai dibersihkan dari ampas kedelai menggunakan saringan kain mori. Cara penyaringan dilakukan dengan menggantung kain mori di atas wadah dan mengayun-ayunkan larutan diatasnya hingga hampir semua ekstrak kedelai lolos ke dalam wadah. Wadah ini adalah tempat yang akan digunakan untuk proses selanjutnya, yaitu penggumpalan sari kedelai menjadi tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penggumpalan tahu dilakukan dengan menambahkan larutan khusus yang terdiri dari air rendaman kedelai dan sedikit asam cuka. Larutan tambahan ini dalam industri tahu pada umumnya disebut dengan istilah ragi tahu. Segera setelah ragi tahu tersebut ditambahkan, permukaan larutan diaduk dengan mekanisme yang gerakannya berupa gerakan menyisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan penyisiran ini membuat adonan pada permukaan mulai menggumpal dan yang ditandai dengan semakin beratnya gaya lawan larutan. Gumpalan yang memiliki masa jenis lebih besar akan jatuh ke bawah larutan, sehingga setelah berkali-kali disisir, gumpalan tahu yang dihasilkan akan mencapai batas maksimal. Setelah kondisi ini terpenuhi, tahu siap dicurahkan di atas cetakan tahu berupa kotak kayu yang bagian dalamnya dilapisi dengan kain mori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan yang telah penuh dengan gumpalan tahu ini kemudian ditutupi dengan kain mori yang sama dengan kain mori yang menjadi lapisan bawah cetakan. Langkah selanjutnya adalah meletakkan tutup kayu di atasnya dan memberi pemberat di atasnya. Setiap satu kali proses pemasakan mampu menghasilkan 2 blok cetakan tahu, dimana masing-masing cetakan menghasilkan tahu berkadar air tinggi dengan volume mendekati 20 liter. Dalam proses pembuatan tahu biasa, satu blok tahu cukup dipotong-potong dan dicuci. Jenis tahu lain, yang di daerah tertentu disebut tahu takwa, dibuat dengan cara membalut tiap potong tahu dengan kain mori dan mengepressnya dengan alat press. Khusus untuk tahu bulat dan kerupuk tahu akan dijelaskan lebih lanjut dalam bagian selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://v-images2.antarafoto.com/gec/1297691405/tahu-buatan-tni-05.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://v-images2.antarafoto.com/gec/1297691405/tahu-buatan-tni-05.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Suasana Pembuatan Tahu Tradisional. Sumber: http://www.antarafoto.com.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bola Tahu dan Kerupuk Tahu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahu berbentuk bola adalah variasi dari pengolahan tahu yang berkembang baru-baru ini. Proses pengolahan dimulai dengan meletakkan blok tahu dari cetakan ke ember langsung bersama dengan air yang masih tersisa. Tahu-tahu ini didiamkan selama 12 jam pada malam hari untuk diproses pada pagi hari berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pencetakan dimulai dengan mengepres tahu-tahu tersebut dengan tujuan mengeluarkan sebanyak mungkin kadar air yang tersimpan dalam tahu. Seperti yang telah dibahas pada bagian sebelumnya, semula tahu adalah larutan kedelai, dimana sari kedelai bercampur dengan air pada tingkat molekul. Adapun tahu yang diperoleh dari proses penggumpalan adalah koloid, dimana air terkandung di dalam padatan tahu. Walaupun percampuran antara kedua bahan tidak sekuat larutan, kedua bahan relatif sulit untuk dipisahkan. Metode pengepresan adalah jalan yang paling mudah untuk mengurangi kadar air di dalamnya selain dengan pemanasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengepressan dilakukan sampai kondisi tertentu dimana sifat tahu menjadi seperti yang diinginkan. Tahu diproses lebih lanjut&amp;nbsp; melalui proses penghancuran yang dilakukan dengan menggunakan alat penghancur. Dalam kondisi ini, tahu mudah untuk dicampur dengan bumbu dan pengembang. Setelah adonan tercampur sampai rata, tahu dibentuk menjadi bola-bola, didiamkan selama beberapa jam, baru digoreng menjadi tahu bulat yang siap dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-X9XSQ2C6kik/TwRU7bJJ__I/AAAAAAAAAGI/KpIMHyCnpKw/s1600/DSC00449.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-X9XSQ2C6kik/TwRU7bJJ__I/AAAAAAAAAGI/KpIMHyCnpKw/s1600/DSC00449.JPG" width="60%" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Penggorengan Bola Tahu. Sumber: Dokumentasi Pribadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Kerupuk tahu adalah olahan lanjutan dari tahu bulat. Kemunculan produk ini berawal dari pemanfaatan sisa bola tahu yang basi pada hari berikutnya. Adapun bagian yang pertama kali basi adalah bagian dalam bola tahu yang masing mengandung sisa air dan minyak. Proses pembuatan kerupuk tahu dimulai dengan membelah tahu, membuang isi tahu, dan menggoreng kulit bola tahu tersebut hingga menjadi kerupuk yang renyah. Melihat potensi yang lebih menjanjikan ini, beberapa pengusaha kerupuk tahu professional melakukan proses ini pada tahu baru yang baru digoreng, dimana isi tahu yang dipisahkan dari kulitnya dijual juga sebagai rolade tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-e2U2bf5Z4yc/TwRWii6afJI/AAAAAAAAAGU/fNt7mg1xoCs/s1600/DSC00456e.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-e2U2bf5Z4yc/TwRWii6afJI/AAAAAAAAAGU/fNt7mg1xoCs/s1600/DSC00456e.jpg" width="60%" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Penggorengan Kerupuk Tahu. Sumber: Dokumentasi Pribadi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Observasi di Pabrik Tahu Kalimi. Salatiga, Februari 2011. Narasumber: Segenap Crew.&lt;br /&gt;Observasi di Pabrik Kerupuk Tahu Cahaya Tidar. Magelang, 29 Januari 2011. Narasumber: Hassanudin dkk.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8033809976239880556-4762491312617750513?l=www.sackullawastu.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sackullawastu.co.cc/feeds/4762491312617750513/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2012/01/tahu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/4762491312617750513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/4762491312617750513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2012/01/tahu.html' title='Mengenal Industri Tahu'/><author><name>Sackullawastu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07587016397033701303</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/Sqd73LLfOgI/AAAAAAAAAAM/W_NFFBYNVuw/S220/dsc00245.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-kBotl8RB0YI/Tck0OLpdz7I/AAAAAAAAAR0/KPeVJdJcQp4/s72-c/gb+tahu+petis+%2528duniavegan.blogspot.com%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8033809976239880556.post-4630736181580522009</id><published>2011-11-14T23:34:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T17:57:14.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mechanical Design'/><title type='text'>Developing Food Trolley for A Hilly Outdoor Restaurant</title><content type='html'>This is a warm Monday night in the end of dry season in our tropical country. I turn my notebook on and connect it to the internet. A little wind from my electric fan accompany me writing something to the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;This night I decide to share one of my work in October 2010, when I was studying in Politeknik ATMI Surakarta. As a student of mechanical and machinery design engineering, we have a big portion of designing practice, so my work I want to talk about is also a designing project. Our project called "Product Designing and Developing", and our job was improving a certain product be better than before. We must finish this in 2 weeks and present this to some professional design engineer of our Academy factory.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8033809976239880556&amp;amp;postID=4630736181580522009#_ftn1" name="_ftnref1" style="mso-footnote-id: ftn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="mso-element: footnote-list;"&gt;The first step was arranging the team. There were 14 students in our  class and the maximum member of the team was 3. So there were 2 team  that consist of 2 member only. We randomized the class member and I became one of the chosen that worked in 2 member team. My partner was Dwi Angga Waskitho, a friend that had a great record as a black star of the academical system same as me. He's known as his diligence for submitting absence, and I was the sleeping star that could be fallen asleep easily everywhere and every time. As a result, we often finished our work in slower time and mostly our instructors underestimated us. No matter what they say, I believed in our strength and I was sure that I could make a good work.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;Picking an Inspiration &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;It came in a short time that we decided to think that it's good if we develop the food trolley produced by our Academic Factory. We both used that food trolley some days before as a waiter in a graduation ceremony of our senior. This simple nice trolley is very strong but it make any noise in rough way and it difficult to be kept going straight when there's a step in the way. This is the picture of the trolley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-gyQS5wFWJDs/TsEx2f7v6rI/AAAAAAAAAFo/RORXlwTYRBo/s1600/trolley.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-gyQS5wFWJDs/TsEx2f7v6rI/AAAAAAAAAFo/RORXlwTYRBo/s1600/trolley.jpg" width="50%" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Developing the Ideas&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;How brilliant he is, two head is better than one head, so we collecting head. Haha. Of course we were not. We just picking some ideas from anybody about our topic, especially the professional designer of our academic factory. Beside collecting ideas, we also asked a confirmation if the topic was good enough to be chosen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. Patrick, a designer of Work Fabrication Department in our Academic Factory, was one of the person we asked for advice. Hearing our explanation about our project to improve the food trolley, he challenged us to make a food trolley that it surface can be kept horizontal when it climbing a slope. His ideas came when he was in a natural restaurant on a foot of Merapi mount, seeing a waitress had a hard work to keep the food and drink stay nicely on the trolley. We accepted his challenge and developing any ideas how to make it work.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Making the Story Short&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;I think my story will become too long if I don't cut it, so I cut it now and I'm proudly present our hard work&amp;nbsp; through a video that was a part of our successful presentation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;object class="BLOGGER-youtube-video" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0" data-thumbnail-src="http://i.ytimg.com/vi/6kT8gi6YncE/0.jpg" height="266" width="320"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/6kT8gi6YncE?version=3&amp;f=user_uploads&amp;c=google-webdrive-0&amp;app=youtube_gdata" /&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /&gt;&lt;embed width="320" height="266"  src="http://www.youtube.com/v/6kT8gi6YncE?version=3&amp;f=user_uploads&amp;c=google-webdrive-0&amp;app=youtube_gdata" type="application/x-shockwave-flash"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;This is a picture of our design that may help the reader that won't see the video above.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-d4q5SvVnNAs/TsFB4pYJMVI/AAAAAAAAAFw/4-KppJa2dT4/s1600/troooley.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/-d4q5SvVnNAs/TsFB4pYJMVI/AAAAAAAAAFw/4-KppJa2dT4/s1600/troooley.jpg" width="95%" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;As an end of my story, I will say thanks for your attention. Next time I'll complete this article with any technical information. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;hr align="left" size="1" width="33%" /&gt;&lt;div id="ftn1" style="mso-element: footnote;"&gt;&lt;div class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8033809976239880556&amp;amp;postID=4630736181580522009#_ftnref1" name="_ftn1" style="mso-footnote-id: ftn1;" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt; line-height: 115%;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Our Polytechnic was designed as a production base study, so we studied and practice manufacture skill in our real factory that produce furniture, mechanical and machinery. &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8033809976239880556-4630736181580522009?l=www.sackullawastu.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sackullawastu.co.cc/feeds/4630736181580522009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2011/11/developing-food-trolley-for-hilly.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/4630736181580522009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/4630736181580522009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2011/11/developing-food-trolley-for-hilly.html' title='Developing Food Trolley for A Hilly Outdoor Restaurant'/><author><name>Sackullawastu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07587016397033701303</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/Sqd73LLfOgI/AAAAAAAAAAM/W_NFFBYNVuw/S220/dsc00245.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-gyQS5wFWJDs/TsEx2f7v6rI/AAAAAAAAAFo/RORXlwTYRBo/s72-c/trolley.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8033809976239880556.post-7249876590458296584</id><published>2011-11-12T14:00:00.009+07:00</published><updated>2012-01-07T18:13:35.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Greeting'/><title type='text'>Meet Sackull</title><content type='html'>Hello all reader everywhere. This time I decided to revive this blog after about 2 years vacuum time. For non-Indonesian readers may be we just met this time, because this is the first time I post an article in English. It's just a little English practicing, but I hope it make this blog could be shared wider in the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why I create this blog? First, I like writing. Second, I love science and technology. Third, I'm interested in open source philosophy: sharing. I think the writing language is a very wonderful thing that human can have, because it can share human thought, ideas, stories, information, etc to  any people who read it no mater when, as long as the letter is still remaining. Through the internet technology, they spread easily in the world in cheap way.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;What's in this blog?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;This blog will contain any story, idea, information, my projects, or anything about technology. Even though, so far the articles mostly talked about information technology, especially Linux OS. Next time I will put more about technology in general, or the other specific genre of technology.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm not English speaker, so actually it's easier for me to write in Indonesian language. Even though, sometimes I will write in English so it's shared wider in the world like I've said before.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Closing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;I will thanks if there's any correction, recommendation, or request a topic that's good if I study and then I write here.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards.&lt;br /&gt;Sackull&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8033809976239880556-7249876590458296584?l=www.sackullawastu.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sackullawastu.co.cc/feeds/7249876590458296584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2011/11/meet-me-again.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/7249876590458296584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/7249876590458296584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2011/11/meet-me-again.html' title='Meet Sackull'/><author><name>Sackullawastu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07587016397033701303</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/Sqd73LLfOgI/AAAAAAAAAAM/W_NFFBYNVuw/S220/dsc00245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8033809976239880556.post-1096673433024184143</id><published>2009-10-20T20:23:00.014+07:00</published><updated>2012-01-07T18:25:49.055+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linux'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><title type='text'>Aneka Cara Mempercepat Koneksi Internet dengan HP Smart Haier C700</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"... Astaga!!! Kenapa bisa sampai 1256 KB/s???"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya malah kaget sendiri melihat kecepatan download segitu dengan koneksi smart menggunakan modem Haier C700 yang begitu murah. Jam desktop&lt;span style="font-style: italic;"&gt; sackull@sackull-cabin&lt;/span&gt; mencatat, saat itu hari Selasa, 6 Oktober 2009. Kecepatan download yang mengerikan ini memang hanya terjadi selama 3 detik. Walau begitu lonjakannya cukup terasa, sangat membantu proses upgrade Debian Lenny ke squeeze di komputer saya. Sebelum terlambat, saya telah meraih tombol "Print Screen", hingga &lt;span class="”fullpost”"&gt; anda pun bisa melihat kembali layar ketika insiden mengerikan waktu itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/St3tdFqFJ0I/AAAAAAAAADQ/QGBY_yxt_34/s1600-h/Screenshot-11.png"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394729012650387266" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/St3tdFqFJ0I/AAAAAAAAADQ/QGBY_yxt_34/s400/Screenshot-11.png" style="cursor: pointer; display: block; height: 475px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 626px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari anda mungkin tidak terlalu heboh dengan kecepatan download di atas 1 MB/s. Tetapi saya tidak, karena modem yang saya gunakan sangat murah, tarif koneksinya pun murah. Dengan 400 ribu rupiah masih dapat kembalian 1000, saya bisa mendapatkan modem serta koneksi unlimited gratis selama 3 bulan dengan kuota mendekati tak terbatas (di atas 1 Terra Bytes). Koneksi cepat, itu harapan semua orang, tapi lumayan cepat pun bolehlah kalau harganya begitu murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu, usaha-usaha mempercepat koneksi internet menjadi lebih cepat dari biasanya pun dilakukan. Termasuk saya. Penggunaan membabi-buta peralatan dapur, pemotongan kabel, sampai manipulasi mtu pun dicoba, demi mendapatkan kenikmatan sebesar-besarnya. Semua itu sangat wajar dan patut diacungi jempol, mengingat penemu bohlam kita tercinta Thomas Alpha Edison pun mungkin telah mencoba lebih dari 1000 kali hal-hal yang lebih gila dari ini demi mendapatkan bola lampu yang membuat dunia kita menjadi lebih cerah baik di siang maupun malam hari. Artikel yang merupakan kelanjutan dari artikel bodoh saya tentang cething bolic ini akan mengulas secara lebih elegan dan intelek tentang wacana mempercepat koneksi smart dengan haier C700 pada khususnya, dan modem wireless pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menengok Kembali Usaha-Usaha Bodoh yang telah Dilakukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali usaha-usaha yang dilakukan untuk mempercepat koneksi dial up dengan modem wireless. Inilah usaha-usahanya, yang saya rangkup menjadi tiga bagian besar, berikut ulasannya sesuai kapasitas saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memperkuat sinyal dengan pengumpul sinyal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara bodoh ini sangat mudah dilakukan,  banyak variasinya, dan membangkitkan gairah anda karena memacu kreativitas. Pada dasarnya prinsip kerjanya adalah meletakkan modem sedemikian rupa pada suatu tempat/titik dimana pada tempat/titik itu sinyal terkumpul. Banyak sekali cara-cara kreatif yang telah ditemukan, antara lain meletakkan modem di tengah wajan, tutup panci, mangkok porselen, dan peralatan dapur lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri suka dengan cara ini karena menyenangkan. Selain lebih cepat koneksi juga menjadi relatif lebih stabil. Mengapa bisa? Tentu saja. Sinyal yang digunakan untuk transmisi data adalah sejenis gelombang. Gelombang ini bisa diserap, bisa juga dipantulkan. Dengan membuat suatu sistem dimana gelombang-gelombang terpantul cenderung mengarah suatu titik, akan tercipta daerah yang sarat sinyal. Dengan kondisi ini, modem sebagai penangkap akan lebih mudah terkoneksi dengan server penyedia internet, berikut kecepatan arus datanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memperpendek kabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dipengaruhi oleh kecepatan transmisi modem-server, kecepatan dari modem ke komputer juga mempengaruhi. Demikian pula pelajaran fisika/elektronika telah memberi kita wawasan tentang adanya hambatan pada suatu penghantar yang akan semakin besar dengan semakin panjangnya penghantar, sesuai hukum Ohm. Dan sinyal yang diteruskan dari modem ke komputer sendiri adalah sinyal listrik. Inilah dasar dari cara mempercepat koneksi dengan meningkatkan kecepatan transfer dari hape ke komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memotong kabel memang cara yang berani, tetapi menurut saya cara ini kurang effektif. Dari segi hambatan, saya tidak yakin kabel pendek+sambungan lebih cepat dari kabel panjang mulus tanpa sambungan. Dari segi posisi, saya telah mencoba dan ternyata cara ini melemahkan metode pertama, dengan meletakkan modem di sistem pengumpul sinyal. Sebagai catatan, saya menggunakan PC. Mungkin lain ceritanya jika anda memakai laptop yang bisa dibawa ke tempat tertentu yang banyak sinyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memaksimalkan software&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan brandwidth, penggunaan software penyedot brandwidth, serta penggunaan download accelerator mungkin saja dilakukan. Silakan pelajari &lt;a href="http://segopecel75.blogspot.com/2009/09/mempercepat-koneksi-smart-dengan-modem.html"&gt;sumber yang saya temukan ini&lt;/a&gt;, yang tidak saya pelajari karena tutorial ini berlaku bagi pengguna windows, sedangkan saya memakai Linux.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu kenapa koneksi di linux lebih cepat dan lebih stabil daripada windows. &lt;a href="http://mboenkz41.wordpress.com/" target="_blank"&gt;Teman seperjuangan saya&lt;/a&gt; juga sudah membuktikan kehandalan linux dalam hal koneksi internet ini lebih dari windows, baik untuk telkom flash maupun smart plus modem haier ini. Keuntungan lain menggunakan Linux, anda tidak perlu kawatir adanya virus yang menyusup ke komputer anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kabel Pendek Vs Pengumpul Sinyal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya memutuskan untuk membeli modem smart ini, saya sempat memikirkan alternatif membeli penangkap hotspot wireless usb yang diperkuat dengan wajan bolic, yang konon bisa menangkap sinyal hotspot dalam radius 2km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya akhirnya memilih smart, metode pengumpul sinyal ini pun saya lakukan. Agak memaksa sebenarnya, tetapi cukup berpengaruh juga. Sebenarnya saya curiga ini karena sugesti saja, tetapi toh bisa juga. Caranya pun telah bermacam-macam yang saya coba, mulai dari bakul nasi, bakul nasi + porselen, mangkok porselen, mangkok porselen+botol beling, wajan + mangkok porselen, dan sebagainya. Rata-rata saya memperoleh hasil yang memuaskan, terutama karena tower smart sendiri terlihat jelas dari jendela kamar saya. Sekitar 500m jaraknya. Beruntung sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau begitu mengapa tidak mencoba dengan kabel pendek? Saya sama sekali menyingkirkan pikiran untuk memperpendek kabel. Terlalu suram. Maka saya gunakan kabel konektor card reader punya teman kos saya. Ternyata mengecewakan. Mengapa? Kabel yang terlalu pendek membuatnya sulit untuk ditempatkan pada posisi yang strategis. Tanpa pikir panjang, saya menyerah. Lebih baik kabel panjang dengan posisi yang nyaman daripada kabel pendek di balik kolong meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Melihat Lebih Detail&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Insiden 1256KB/s&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya pribadi, apa yang saya alami lebih sebagai suatu insiden. Untungnya insiden seperti apapun mempunyai faktor-faktor tertentu yang bisa dipelajari. Selain saya sertakan screenshot waktu itu, untuk mendukung analisa-analisa yang mungkin dilakukan saya sertakan deskripsi-deskripsi kondisi yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Spec Hardware: AMD Athlon X2 5000+, Gigabyte GA-MA74GM-S2H, Onboard VGA ATI Radeon HD2100, Ram Visipro 2G single Channel, hardisk Seagate 250 G.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;&lt;li&gt;Operating System &amp;amp; Dialer: Linux kernel 2.6.26-1-686, on Debian Lenny (Upgraded) + wvdial versi saat itu. Theme-nya memang Mac OS, jangan tertipu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Modem: Haier C700 (chipset Qualcomm 9004), kabel standard bawaan smart. Koneksi di /dev/ttyUSB1. Module usbserial. Posisi HP dimasukkan mangkok porselin, tegak berdiri terjepit 3 botol UC1000 kosong. (Posisi yang cukup aneh)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lokasi dan kondisi Alam. Daerah perbatasan Karanganyar-Solo-Sukoharjo, 500 m dari tower smart. Kamar kos lantai 2, dekat jendela. Jendela menghadap 75 derajat ke arah tower.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Waktu. Selasa 6 Oktober 2009. Pukul 08.57 AM. Kemungkinan besar server sedang sepi.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Proses yang dilakukan: upgrade total system dari versi stabil Lenny ke testing Squeeze. Download total sekitar 2 G, dicicil berhari-hari. Perintah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"apt-get dist-upgrade"&lt;/span&gt; pada terminal, dari &lt;a href="http://ftp.hk.debian.org/debian/"&gt;http://ftp.hk.debian.org/debian/&lt;/a&gt; (mirror database Debian di Hongkong).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Faktor pengguna. Pengguna adalah saya, kadang-kadang sial setengah mati, kadang-kadang beruntung 2xhidup. (hehehe)&lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="”fullpost”"&gt;Saya menggunakan Linux, dan telah terbukti koneksi menggunakan linux lebih cepat dan lebih stabil daripada menggunakan windows. Menurut saya itulah faktor terpenting yang perlu anda catat. Tanpa download accelerator pun kecepatan download saya "mencapai" 12 KB/s pada jam sibuk dan pada jam sepi bisa sampai 30KB/s. Tentu itu bukan kecepatan rata-rata. Jika memakai download accelerator, kecepatan rata-rata 12KB/s mungkin dicapai, dengan variasi kecepatan tertinggi mencapai 60KB/s. Insiden 1256KB/s adalah lain cerita, dalam frame yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan Yang Mungkin Bisa Diambil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisa yang matang dari data-data yang saya tulis secara panjang lebar di depan, ada beberapa kesimpulan yang patut anda catat. Tentu hasil kesimpulan ini sangat subjektif dan sangat melibatkan unsur fanatis.&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sinyal bisa dikumpulkan dan ditingkatkan dengan berbagai cara. Cara-cara yang telah ada dengan menempatkan modem pada posisi-posisi tertentu terbukti memberikan hasil yang lumayan bagus.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penggunaan kabel pendek mungkin saja dilakukan, karena memperpendek jalur data. Tetapi kabel pendek bisa jadi kurang menguntungkan dari segi peletakan posisi modem, seperti yang telah disebutkan di poin 2.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Koneksi dial up menggunakan wvdial di OS Linux lebih cepat dan stabil daripada Windows. Bagi pengguna Haier c700 keluaran smart, konsekuensinya pengkoneksiannya cukup merepotkan karena keterbatasan support modul secara spesifik dari kernel linux.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk OS Windows silakan cari sendiri sumber-sumber yang bisa meningkatkan koneksi smart.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Follow Up dan Pengembangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin memperoleh koneksi dial up yang lebih cepat, saya sarankan anda menggunakan linux, karena telah terbukti lebih cepat. Plus bonus menarik: aman dari virus-virus nakal. Sayangnya smart sendiri tidak memberi support module untuk linux, demikian juga module yang digunakan linux masih berupa module generic, usbserial. Karena saya sendiri tidak terlalu ahli dalam hal ini, saya berharap seseorang akan berhasil menyelesaikan permasalahan koneksi dial up di linux tanpa merestart hape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun perlu diteruskan juga usaha-usaha para pengumpul sinyal menemukan posisi yang nyaman untuk dial up modem wireless. Selamat Berjuang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Sackullawastu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb: Artikel ini akan diperbarui begitu ada kesimpulan/data baru yang penting untuk diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber-sumber:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://gobanggocir.blogspot.com/2009/03/tips-mempercepat-modem-hp-smart-haier.html" target="_blank"&gt;http://gobanggocir.blogspot.com/2009/03/tips-mempercepat-modem-hp-smart-haier.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://segopecel75.blogspot.com/2009/09/mempercepat-koneksi-smart-dengan-modem.html" target="_blank"&gt;http://segopecel75.blogspot.com/2009/09/mempercepat-koneksi-smart-dengan-modem.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8033809976239880556-1096673433024184143?l=www.sackullawastu.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sackullawastu.co.cc/feeds/1096673433024184143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/10/cara-bodoh-mempercepat-koneksi-smart.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/1096673433024184143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/1096673433024184143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/10/cara-bodoh-mempercepat-koneksi-smart.html' title='Aneka Cara Mempercepat Koneksi Internet dengan HP Smart Haier C700'/><author><name>Sackullawastu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07587016397033701303</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/Sqd73LLfOgI/AAAAAAAAAAM/W_NFFBYNVuw/S220/dsc00245.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/St3tdFqFJ0I/AAAAAAAAADQ/QGBY_yxt_34/s72-c/Screenshot-11.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8033809976239880556.post-497457489566053994</id><published>2009-10-14T00:30:00.017+07:00</published><updated>2012-01-07T18:21:21.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blogging'/><title type='text'>Pencarian Template Ringan yang Artistik</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Banyak sekali faktor yang mempengaruhi kecepatan akses browsing, dua diantaranya adalah besar file-file yang diakses dan trafic pengguna yang menggunakan suatu layanan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Beberapa jam terakhir sebelum postingan ini saya upload, tampilan blog saya kacau balau. Ada yang tahu kenapa? Tentu ada. Saya. Maka akan saya ceritakan ada apa di balik insiden ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya memutuskan untuk menghidupkan kembali blog saya ini bulan lalu, beberapa macam pengaturan saya lakukan. Selain mengubah nama domain menjadi www.sackullawastu.co.cc biar keren, saya mulai bereksperimen dengan template. Bermodalkan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Keyboard_%28computing%29" target="_blank"&gt;keyboard&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://images.google.com/" target="_blank"&gt;google image&lt;/a&gt;, saya menemukan template yang kira-kira menarik bagi saya. Saya ikuti link ke preview template menarik itu, dan kebetulan alamatnya di &lt;a href="http://www.deluxetemplates.net/" target="_blank"&gt;www.deluxetemplates.net&lt;/a&gt;. Tampilannya kurang lebih sama dengan tampilan halaman blog ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kurang lebih? Karena saya modifikasi. Melanggar hukumkah? Tidak, template ini dipublikasikan dibawah perizinan &lt;a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/#" target="_blank"&gt;"Creative Common Licenses"&lt;/a&gt;. Terhadap karya-karya dengan perizinan ini siapapun boleh:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menyalin dan mendistribusikannya lagi.&lt;a href="http://www.sackullawastu.co.cc/2009/10/merindukan-template-bagus-dengan-akeses.html#f1"&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memodifikasi atau mengadaptasikan karya tersebut.&lt;a href="http://www.sackullawastu.co.cc/2009/10/merindukan-template-bagus-dengan-akeses.html#f2"&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dengan persyaratan:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Menyertakan nama pembuat. Dalam hal per-template-an, cara paling tepat tentu saja dengan menyertakan link di suatu tempat di halaman web.&lt;a href="http://www.sackullawastu.co.cc/2009/10/merindukan-template-bagus-dengan-akeses.html#f3"&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;Untungnya saya bisa memenuhi persyaratan tersebut. Sangat mudah, karena designer template telah menyertakannya sekalian. Anda bisa melihat link-nya di bagian kiri bawah halaman blog saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dan apa saja yang sekarang ini sudah saya modifikasi? Tidak banyak. Yang paling mudah dan kelihatan jelas adalah gadget shoutmix dan blog hits counter dari blogpatrol.com. Walau tak seinstan wordpress yang sudah memiliki database koleksi widget, proses penambahan widget/gadget di blogspot pun sangat mudah, yaitu dengan:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ikuti link ke layanan penyedia widget/gadget. Untuk shout box saya pilih &lt;a href="http://www.shoutmix.com/" target="_blank"&gt;shout mix&lt;/a&gt;  sedangkan untuk hits counter saya pilih &lt;a href="http://www.blogpatrol.com/" target="_blank"&gt;blog patrol&lt;/a&gt;. Untuk widget menarik lainnya bisa anda cari di &lt;a href="http://www.google.com/" target="_blank"&gt;google&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikuti semacam prosedur pendaftaran dari masing-masing penyedia widget. Ini sangat bervariasi, tergantung keinginan masing-masing penyedia. Ikuti saja keinginannya, sampai dia menampilkan kode widgetnya. Kalay proses registrasi sukses tapi jendel yang anda temui nggak ada kodenya, cari tab yang kira-kira berbunyi "get code" (dalam kondisi anda login ke situs mereka biasanya).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kopi kode yang ditampilkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Balik ke dashboard blogger, klik "layout", kemudian klik "add a gadget". Pilih "Html/Java script", dan paste kode yang tadi anda kopi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Catatan: yang di atas ini petunjuk singkat menambahkan widget/gadget dari luar blogspot. Anda juga bisa memilih gadget buatan blogger yang telah tersedia, seperti gadget follow, picture, video bar, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Strategi kedua lumayan lebih menantang, dengan berlanjut ke tab "Edit Html". Dari sini anda malah bisa lebih bebas mengotak-atik tampilan halaman blog anda. Contohnya saya bisa menghilangkan gambar burung lucu berwarna biru berisi promosi link ke profile twitter pembuat template ini. Burung lucu itu menurutku merupakan hal tak penting yang mengganggu. Saya ganti dengan tag marquee yang ringan tapi nyaman dipandang. Isinya asal saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lain adalah tombol "search" berupa gambar. Postingan saya masih sedikit, untuk apa search di blog saya. Maka saya ganti aja menjadi link ke profile facebook saya dengan tulisan "facebook" warna biru berkedip-kedip. Apakah saya harus belajar html dulu? Demikian mungkin pikir anda. Bagus, tapi kalau pun belum bisa, jangan takut mencoba-coba. Berani coba-coba, siapapun pasti bisa. Contohnya saya (pe de).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Errornya dimana?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Masalah terjadi ketika saya ingin loading halaman saya menjadi lebih cepat lagi. Apa lagi sih yang bisa ditingkatkan? Mengurangi elemen halaman kelihatannya sudah maksimal, jika saya mau tetap mempertahankan keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kali saya menemukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;clue&lt;/span&gt; menarik, bahwa kelemahan design template artistik berisi banyak file images tidak hanya karena banyak-dan-besar-nya elemen halaman yang di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;load&lt;/span&gt;. Jumlah pengunjung menentukan kecepatan. Saya pikir template yang cantik tentu banyak digandrungi. Akibatnya server tempat bersarangnya elemen-elemen halaman blog punya saya tentu memiliki traffic yang tinggi, yang mengakibatkan terhambatnya loading halaman blog saya. Bagaimana kalau  saya download saja elemen-elemen tersebut dan meletakkannya di alamat lain/host pribadi yang lebih sepi? Tentu link dalam kode template pun harus saya ganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampaknya gagasan yang bagus, mengupload file-file berupa gambar tersebut ke facebook atau flickr dan membuat link akses pada template ke sana (sekarang saya pikir ini gagasan paling bagus). Tetapi saya tidak (mungkin belum) melakukannya. Situs yang benar-benar punya sendiri tentu lebih sepi. Karena itu saya mencari web hosting gratis yang mendukung ftp dan saya pilih &lt;a href="http://xlphp.net/" target="_blank"&gt;xlphp.net&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses registrasi berhasil dan mulailah saya mendownload source elemen-elemen halaman blog saya. Tentu langkah selanjutnya adalah mentransfer file-file tersebut di sana lewat ftp manager yang tersedia secara online. Waktu itu saya belum berhasil menggunakan ftp client di desktop Debian GNU/Linux (Squeeze) saya. Ternyata saya salah memasukkan username yang berbeda dari account pendaftaran semula. Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali mengedit kode html template saya, link pada template yang mengacu pada elemen halaman yang saya kopi ke host saya pun kubetulkan juga. Terakhir, tinggal ketik &lt;a href="http://www.sackullawastu.co.cc/"&gt;www.sackullawastu.co.cc&lt;/a&gt; pada jendela browser, dan tampilan cantik dan cepat pun jadilah. Benar-benar cepat. Tak tahu saya mengapa begitu mudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ini hanya semu semata. Begitu autentifikasi ke server ftp saya terputus, halaman blog saya yang cantik itu tak ada lagi. Semua menjadi hitam, dengan tidak adanya elemen-elemen halaman yang sebelumnya terpasang. Ada apa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak menyerah begitu saja untuk berpikir. Analisa saya ini masalah permissivitas file-file (baca: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;file permission&lt;/span&gt;). Setelah saya cek ternyata benar. File-file yang saya maksud hanya dapat dibaca, ditulis, dan dieksekusi oleh "user", sedangkan untuk "group" dan "other" membaca pun tidak bisa. Artinya hanya saya (setelah melakukan authentifikasi) atau file html yang saya letakkan di situs xlphp saya itu, yang bisa mengakses gambar-gambar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin suatu tempat pun di website saya itu bisa dengan mudah diedit orang lain. Karena itu izin untuk membaca, menulis dan mengeksekusi tidak saya berikan. Untuk "group" dan "other" cukup izin untuk membaca dan mengeksekusi saja. Saya mengubahnya dengan chmod. Kali ini aku telah berhasil menggunakan ftp clientku, gftp. Karena opsi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;recursive&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.sackullawastu.co.cc/2009/10/merindukan-template-bagus-dengan-akeses.html#f4"&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; tidak bisa dipakai, proses pengubahan permisi saya mulai dari folder berisi gambar tersebut, baru file-file di dalamnya. Untungnya saya bisa select all dan mengganti perizinan dengan sekali langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Tetapi halaman masih tetap hitam kelam seperti sebelumnya.... dan waktu telah berlari melewati jam 12.00. Aku harus membawa sepeda motorku tercinta ke bengkel sesuai rencana.... seperti biasanya dalam 2 minggu ini, kuhabiskan petangku di lab design tingkat 2, belajar PLC... Ya sudahlah, kuperbaiki aja lain kali..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam yang ngantuk&lt;br /&gt;Sackullawastu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb: Akhirnya malam itu saya putuskan untuk mengarahkan link-link ke elemen-elemen dekorasi ke tempatnya semula. Sebelumnya daftar urlnya telah saya backup, tentu saja. Untungnya. (14 Okt. 9:35 AM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="#f1"&gt;&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;to Share&lt;/b&gt; — to copy, distribute and transmit the work.&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="#f2"&gt;&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;to Remix&lt;/b&gt; — to adapt the work.&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="#f3"&gt;&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;Attribution&lt;/b&gt; — You must attribute the work in the manner specified by the author or licensor.&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="#f4"&gt;&lt;sup&gt;4&lt;/sup&gt;&lt;/a&gt; recursive = menerapkan pengaturan suatu direktori kepada semua file di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=""&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/#" target="_blank"&gt;http://creativecommons.org/licenses/by/3.0/#&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8033809976239880556-497457489566053994?l=www.sackullawastu.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sackullawastu.co.cc/feeds/497457489566053994/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/10/merindukan-template-bagus-dengan-akeses.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/497457489566053994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/497457489566053994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/10/merindukan-template-bagus-dengan-akeses.html' title='Pencarian Template Ringan yang Artistik'/><author><name>Sackullawastu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07587016397033701303</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/Sqd73LLfOgI/AAAAAAAAAAM/W_NFFBYNVuw/S220/dsc00245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8033809976239880556.post-8921731575443152390</id><published>2009-10-05T06:54:00.017+07:00</published><updated>2012-01-07T18:27:05.053+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linux'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><title type='text'>Konek Internet Pake Haier C700 di Linux Tanpa Pancingan Windows</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan anak desa pun kini menikmati koneksi internet murah di komputer pribadinya..." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa dua minggu lebih telah berlalu sejak paket modem smart Haier C700 menjadi milikku. Keputusan yang tak kusesali, paket modem ini lumayan memuaskan. Hanya dengan Rp400 rb aku bisa menikmati akses internet unlimited dengan kecepatan yang lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa nggak ya mbak, dipake di Linux?", demikian tanyaku basa-basi pada mbak-mbak costumer services dealer smart.&lt;br /&gt;"Wah, gak bisa mas. Kami hanya menyediakan support untuk Windows XP, Vista, dan Mac OS.", katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;"Trus bagaimana dengan versi haier yang dulu, D1200P?"&lt;br /&gt;"Wah, kalo yang itu kami supportnya malah Windows XP aja, driver untuk Vista dan Mac belum kami sediakan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata terakhir gadis smart berbaju merah itu membulatkan niatku untuk membeli hape manis murah meriah itu. Telah kucari sebelumnya di internet, Haier D1200P bisa dipakai buat konek ke internet. Andai mbak-mbak itu mengatakan D1200P bisa konek internet di Linux, aku takkan mengambil versi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitam legam dengan warna lampu keyboard biru, simpel dan nyaman dipegang, itulah Haier C700. Ternyata versi yang ini menyediakan slot micro SD juga, beserta mp3 player. Tapi yang kuinginkan hanyalah modem. Di Linux, tentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari pertama kuhabiskan waktuku mengotak-atik Debian Lenny-ku. Memanfaatkan windowsku yang jarang sekali kupakai, aku mencari tutorial dengan bantuan Mr Google. Hampir semua artikel tentang koneksi Haier di Linux membicarakan Haier D1200P. Dimana gerangan master-master Linux yang sukses konek internet dengan Haier yang ini?&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wvdial dan wvdialconf&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum smart, aku mengandalkan motorola c380 tuaku, dengan kartu im3 di dalamnya. Sungguh tidak nyaman. Tapi konek. Dan petualanganku dengannya cukup mengasyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motorola memang beda dengan Haier. Motorola buatan Eropa, Haier China. Motorola menjalin kerjasama dengan Open Source, Haier nampaknya tidak. Maka sangat muluslah koneksi motorola-Linux. Tanpa modifikasi apa-apa pada script modul, kernel telah mendeteksi modem ini dengan baik. Coba lihat dengan perintah dmesg, nampak jelas hapeku terdeteksi sebagai /dev/ttyACM0. Dengan bantuan sudo 'wvdialconf', aku telah memiliki file konfigurasi di /etc/wvdial.conf secara otomatis. Cukup dengan menambahkan dial number, username, dan password di file tersebut semua orang bisa menjalankan 'sudo wvdial' dan sukses terkoneksi ke internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara ini ternyata gak bisa diterapkan di modem yang satu ini. Wvdialconf berhenti dan menyerah. Ada apa ini. Untuk mengetahui seberapa jauh kernelku mengenal modem baru ini, kupanggil dmesg di terminal. Berikut ini sebagian output yang keluar.&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;[ 59.853627] usb 4-1: New USB device found, idVendor=05c6, idProduct=9004&lt;br /&gt;[ 59.853629] usb 4-1: New USB device strings: Mfr=3, Product=2, SerialNumber=0&lt;br /&gt;[ 59.853631] usb 4-1: Product: Smart CDMA Technologies MSM&lt;br /&gt;[ 59.853632] usb 4-1: Manufacturer: Smart&lt;/blockquote&gt;Tapi mengapa wvdialconf gak bisa mengenal modem itu? Baru-baru ini aku mengerti bahwa ternyata wvdialconf hanya bisa mengenali modem yang terpasang jika dia telah dikenal sebagai satu device dalam format /dev/namadevice. Motorolaku telah dikenal baik oleh linux, tapi aku harus mengenalkan Haierku padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Driver dan Modprobe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Microsoft memanjakan kita dengan segala sesuatu yang Instan. Linux memanjakan penggunanya dengan bentuk lain; dan lebih hebat: kemanjaan tersembunyi yang tak habis-habisnya digali. Dan kemanjaan itu membuat penggunanya mengerti apa yang ada di balik kemanjaan itu, karena kemanjaan yang adalah kemanjaan akan mudahnya informasi mengenai proses yang terjadi di Linux.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua minggu mempelajari hal ini demi suksesnya koneksi internet dengan haier C700, solusi terpenting koneksi modem ini hanya satu baris:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sudo modprobe usbserial vendor=0x05c6 product=0x9004&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Modprobe adalah perintah untuk menambahkan atau menghapus module dari Kernel Linux. Karena perintah ini membutuhkan account administrator, kutambahkan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; sudo&lt;/span&gt;. Jika dibahasakan dalam bahasa manusia, perintah tersebut menyuruh kernel supaya menggunakan modul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;usbserial&lt;/span&gt; pada device dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;idVendor=05c6 &lt;/span&gt;dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; idProduct=9004&lt;/span&gt; yang telah dikenal sebelumnya. Informasi tersebut bisa disampaikan dengan format seperti di atas, yaitu dengan statement &lt;span style="font-style: italic;"&gt;vendor="vendor id" &lt;/span&gt;dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; product="product id"&lt;/span&gt;. Adapun &lt;span style="font-style: italic;"&gt;vendor id&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;product id &lt;/span&gt;ditulis menggunakan format bilangan hexadesimal, yaitu dengan memberi awalan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;0x&lt;/span&gt; sebelum penulisan bilangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kernel mengenali modem, ada tambahan pada output dmesg seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;[ 59.649221] usb 4-1: new full speed USB device using ohci_hcd and address 2&lt;br /&gt;[ 59.845716] usb 4-1: configuration #1 chosen from 1 choice&lt;br /&gt;[ 59.850848] usbserial_generic 4-1:1.0: generic converter detected&lt;br /&gt;[ 59.850887] usb 4-1: generic converter now attached to ttyUSB0&lt;br /&gt;[ 59.850945] usbserial_generic 4-1:1.1: generic converter detected&lt;br /&gt;[ 59.853533] usb 4-1: generic converter now attached to ttyUSB1&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Artinya sekarang modem sudah dikenali sebatai /dev/ttyUSB0 dan /dev/ttyUSB1. Ada yang tahu mengapa ditemukan dua device di sini? Aku juga tidak tahu tepatnya. Bisa jadi yang satu adalah path ke modem, sedangkan yang lain untuk PC Suite. Tapi hanya hipotesa yang belum kucari kebenarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, kata seorang teman perintah ini cukup dijalankan sekali, dan tidak perlu diulanginya lagi untuk yang berikutnya. Sayangnya tidak demikian yang kualami. Aku harus selalu menjalankan perintah ini sekali ketika komputer menyala. Masalah kecil ternyata cukup dengan mengedit file /etc/modules dan menambahkan informasi module seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;gksudo gedit /etc/modules&lt;/blockquote&gt;Kemudian tambahkan baris seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;usbserial vendor=0x05c6 product=0x9004&lt;/blockquote&gt;Dengan modifikasi ini, aku takpernah lagi menjalankan perintah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sudo modprobe dst&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sesuatu di /etc/ppp/options&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berdasarkan sumber yang kudapat, aku mendapat informasi bahwa koneksi haier di Linux selalu disconnect setelah beberapa waktu (katanya cepat). Solusinya adalah mengedit suatu baris di /etc/ppp/options. Memang tutorial yang kubaca dikhususkan untuk Haier D1200P, tapi tak ada salahnya ini kuterapkan di Haierku. Demikian kuketik di terminal.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;sackull@sackull-cabin:~$ gksudo gedit /etc/ppp/options&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/i&gt;File konfigurasi /etc/ppp/options menyimpan beberapa opsi yang diantaranya dinonaktifkan dengan tanda '#' di depannya. Kuturuti tutorial itu untuk mengaktifkan opsi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;passive&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;silent&lt;/span&gt;. Ada juga opsi seperti ini pada file tersebut:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;lcp_echo_failure 4&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Sesuai sumber, kuganti angka 4 menjadi sebanyak-banyaknya:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;lcp-echo-failure 99999999999999999999999999999999999999&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Khusus untuk /etc/ppp/options di sistemku, banyak sekali hal lain yang kuubah tanpa banyak pertimbangan; tentu di saat koneksiku belum sukses. Aku tak perlu repot-repot memikirkan perubahan yang terlupakan itu, toh koneksiku sukses. Tentu membandingkan performa keduanya tidak bisa kulakukan, karena file itu tidak ku-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;backup&lt;/span&gt; sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebodohan demi Kebodohan yang Akhirnya Menghasilkan Banyak Buah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kujalankan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wvdialconf&lt;/span&gt; dan baudrate maksimal hanya 9600. Ada apa gerangan ini? Kuedit /etc/wvdial.conf dan kuganti 9600 menjadi 230400 seperti biasanya. Kujalankan wvdial, dan yang kuterima hanyalah tulisan-tulisan aneh berdatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan-kekacauan dan kebodohan pun kulakukan mencoba mengatasi hal ini.Salah satunya adalah koneksi internt via pon, tutorial untuk haier d1200p di Ubuntu Linux. Pon pun gagal. Dan aku telah mengubah dan membuat banyak sekali file konfigurasi yang tak kutahu artinya. Aku hanya mengopy paste isi file-file yang harus kubuat, antara lain /etc/ppp/peers/smart, /etc/chatscripts/smart, /etc/chatscripts/disko. Tapi masih gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara terakhir adalah dengan menggunakan pancingan windows. Kupilih menu Windows pada Grub Loader, konek ke smart seperti biasa, diskonek, restart, dan masuk Linux. Kujalankan &lt;i&gt;sudo wvdial&lt;/i&gt;, dan ternyata bisa. Sayangnya ini hanya berlaku satu kali. Jika koneksi terputus, aku harus mancing di windows lagi. Sungguh menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kucoba upgrade kernelku. Kudownload source code kernel di http://www.kernel.org dan kupilih versi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;stable&lt;/span&gt; terbaru. Diluar dugaan kompilasi kernel tidak sesulit yang kutahu. Langsung sukses. Kuingat kembali cerita lamaku berjuang mati-matian mengompile kernel 2.6 di Red Hat 8 dengan kernel 2.4 yang berhenti dengan ketidakberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya loading kernel tidak berhasil. Ada sesuatu yang salah. Usut punya usut, ternyata aku belum membuat initrd. Dengan dua baris perintah sederhana untuk membuat initrd, aku berhasil. Informasi ini kudapakan dari seorang teman (yang baru kukenal tentu saja) di forum.linux.or.id (yang baru kuikuti). Kalau tertarik silakan buka link &lt;a href="http://forum.linux.or.id/viewtopic.php?f=3&amp;amp;t=19877&amp;amp;sid=be4a7af0bfa36ea0365895005b412607"&gt;ini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata koneksi tetap tidak berhasil. Setelah melakukan bermacam-macam eksperimen, akhirnya aku menemukan cara terbaik koneksi smart tanpa pancingan di windows, serta tambahan beberapa pemahaman baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kegagalan Design System Haier?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Caranya hanya dengan merestart &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hape&lt;/span&gt;, bukan komputer. Matikan hape, nyalakan lagi, jalankan wvdial. Itu jika wvdial pertama gagal. Biasanya perintah wvdial pertama sejak kunyalakan komputerku selalu berhasil. Jika koneksi terputus/kuputus dan ingin menyambungkannya lagi aku harus merestart hapeku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat aku menemukan bahwa restart hape pun harus dilakukan jika kemudian aku ingin memakai browser (opera mini) dari hape. Jika tidak tanpa basa-basi opera mini akan memberitahukan terjadinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"connection error"&lt;/span&gt;. Kejadian yang sama terjadi pada koneksi internet di Linux. Mengapa di Windows tidak? Tentu karena ada sesuatu di driver bawaan smart yang mengatasi masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengalaman itu, dapat disimpulkan bahwa ada sesuatu yang salah pada chipset smart yang tidak bisa secara otomatis kembali pada mode 'bisa terkonek'. Menurut &lt;a href="http://forum.linux.or.id/memberlist.php?mode=viewprofile&amp;amp;u=18839&amp;amp;sid=91f6ad435a1540b80f4352a0e334c5fc"&gt;bang utam&lt;/a&gt; di forum Linux, masalah ini terjadi karena "seakan-akan modem ini msh menganggap bhw koneksi belum terputus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai mahasiswa Teknik Perangcangan Mesin, masalah ketidaknyamanan produk seperti ini sangat menarik untuk diselidiki. Apakah ini kegagalan design sistem ataukah sengaja dibuat untuk tujuan-tujuan tertentu? Analisaku, sangat kecil bahkan hampir tidak mungkin kemungkinan kesalahan ini disengaja. Lebih mungkin ini karena chipset yang cacat lebih murah, sehingga hape bisa dijual dengan harga murah, toh bisa diakali dengan driver. Sayangnya smart tidak menyediakan driver untuk Linux, dan teknisi smart tidak mengumumkan cacat ini (tentu saja) untuk bisa dijadikan referensi para pecinta linux. Minimal belum. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wvdial dan Wvdialconf Lagi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Silakan baca lagi paragraf pertama pada 2 bagian yang lalu. Supaya lebih mudah kukutip saja untukmu:&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;"Kujalankan wvdialconf dan baudrate maksimal hanya 9600. Ada apa gerangan ini? Kuedit /etc/wvdial.conf dan kuganti 9600 menjadi 230400 seperti biasanya. Kujalankan wvdial, dan yang kuterima hanyalah tulisan-tulisan aneh berdatangan".&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Andai saja aku tak menjalankan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wvdialconf&lt;/span&gt; sebelum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wvdial&lt;/span&gt; dan cukup memakai settingan yang telah ada sebelumnya, aku yakin koneksiku sukses. Ini kebiasaan lamaku main cabut-colok dalam rangka konek internet pakai motorola tuaku. Dalam koneksi internet menggunakan modem Haier yang satu ini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wvdialconf&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wvdial &lt;/span&gt;tidak bisa dijalankan secara berurutan. Proses restart hape harus kaulakukan, jika tidak copylah isi file /etc/wvdial.conf yang sudah tersebar di blog-blog teman-teman kita. Dan jangan meniru kebodohanku yang selalu menjalankan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wvdialconf&lt;/span&gt; sebelum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wvdial&lt;/span&gt;, karena itu tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kusertakan saja isi /etc/wvdial.conf di sistemku, agak berbeda dengan sumber dimana aku mengcopy paste baris-baris ini. Silakan kau coba kalau tutorial yang lain tidak berhasil.&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="font-style: italic;"&gt;&lt;i&gt;&lt;i&gt;[Dialer Defaults]&lt;br /&gt;Init1 = ATZ&lt;br /&gt;Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &amp;amp;C1 &amp;amp;D2 +FCLASS=0&lt;br /&gt;Modem = /dev/ttyUSB1&lt;br /&gt;Phone = #777&lt;br /&gt;Idle Seconds = 300&lt;br /&gt;Password = smart&lt;br /&gt;Modem Type = Analog Modem&lt;br /&gt;Stupid Mode = 1&lt;br /&gt;Compuserve = 0&lt;br /&gt;Baud = 460800&lt;br /&gt;Dial Command = ATDT&lt;br /&gt;Ask Password = 0&lt;br /&gt;ISDN = 0&lt;br /&gt;Username = smart&lt;br /&gt;FlowControl = CRTSCTS&lt;/i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;Nb: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Init1&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Init2&lt;/span&gt; kudapat dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wvdialconf&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengabaikan segala macam ocehan  yang kusampaikan, koneksi dialup di Linux bisa dilakukan dengan memperhatikan 3 hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membuat kernel mengenali modem.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengubah setting pada /etc/ppp/options sehingga dialer tidak terputus setelah periode tertentu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Segala macam perintah yang berkaitan dengan dialer (meliputi wvdialconf atau wvdial) hanya bisa dilakukan sekali, karena ada sesuatu yang mereka lakukan yang menyebabkan tidak kembalinya modem pada mode siap konek. Selanjutnya hape harus direstart sebelum perintah dijalankan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Follow Up dan Pengembangan Selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah memiliki koneksi yang nyaman di Linux, sangat mudah sekali browsing sambil mengotak-atik sistem. Salah satunya adalah mengupgrade Debian Lennyku yang versi stabil, mengingat paket-paket dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;branch&lt;/span&gt; yang satu ini relatif kuno. Akan kuceritakan lebih lanjut di postingan selanjutnya. Proyek lainnya adalah konek internet tanpa merestart hape. Ini proyek yang sangat abstrak, karena sampai saat ini pun aku tidak tahu dimana mulainya. Terakhir - ini berawal dari experimenku mongcompile kernel baru dengan costumisasi sendiri - aku berharap semoga modul qualcomm qcserial.ko segera mensuport untuk chipset qualcomm dengan produk id 0x9004, yang keberadaanya sebagai chispet di hape murah haier c700 menjadi kegembiraan dan perbincangan banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai ketemu lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sackullawastu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://forum.linux.or.id/viewtopic.php?f=34&amp;amp;t=19477&amp;amp;sid=be4a7af0bfa36ea0365895005b412607&lt;br /&gt;http://forum.linux.or.id/viewtopic.php?f=3&amp;amp;t=19877&amp;amp;sid=be4a7af0bfa36ea0365895005b412607&lt;br /&gt;http://linuxperiences.wordpress.com/2009/08/08/setting-smart-haier-d1200p-pada-ubuntu/&lt;br /&gt;http://skyisgrey.org/blog/smart-haier-d1200p-koneksi-internet-via-pon-ubuntu-linux.html/&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8033809976239880556-8921731575443152390?l=www.sackullawastu.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sackullawastu.co.cc/feeds/8921731575443152390/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/10/haier-c700-di-linux-konek-internet.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/8921731575443152390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/8921731575443152390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/10/haier-c700-di-linux-konek-internet.html' title='Konek Internet Pake Haier C700 di Linux Tanpa Pancingan Windows'/><author><name>Sackullawastu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07587016397033701303</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/Sqd73LLfOgI/AAAAAAAAAAM/W_NFFBYNVuw/S220/dsc00245.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8033809976239880556.post-8322625943419330569</id><published>2009-09-29T20:21:00.011+07:00</published><updated>2012-01-07T18:40:19.006+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Linux'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><title type='text'>Sukses Tak Terduga Koneksi Dial Up pake Modem Haier C700 di Debian Linux</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Setelah berhari-hari berjuang mati-matian dial up smart dengan modem Haier C700 di Linux, hari ini usahaku berhasil secara tiba-tiba...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam menunjukkan pukul 15.00. Aku membuka kunci kamar kosku dan menyalakan komputerku. Hari-hari terakhir ini aku hampir melupakan perjuanganku seminggu sebelumnya menyambungkan koneksi internet smart menggunakan modem haier C700 di Linux. Seminggu lamanya aku pulang ke rumah orang tuaku, liburan lebaran. Bosen browsing referensi koneksi smart ke internet pake haier di linux yang sangat terbatas, kugunakan liburanku untuk memperbaiki blogku yang sudah sedikit tertata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alih-alih melanjutkan perjuangan, aku menemukan keasyikan lain memodifikasi tampilan blogku ini, di windows tentu saja. Download template yang selama liburan begitu susah karena lambatnya koneksi, di sini lumayan lancar. Menyenangkan sekali mengedit kode html buat template tampilan blogspotku. Kuliah 2 hari ini pun setengahnya kugunakan untuk browsing dan memikirkan tampilan blog yang menarik dalam imajinasi. Tanpa terduga kulihat goresan pensilku di buku catatanku: salah satu calon logo majalah Animus buatanku. Gambarnya sederhana, profil tubuh manusia yang mengelupas kulit kepalanya dengan tangan kiri dan jantung di tangan kanannya menjulurkan pada pembaca. "Ini dia logo yang oke untuk blogku", kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tak punya scanner aku berencana meminjam hape teman satu kosku, Sony, yang kameranya cukup oke. Walaupun Sony satu jurusan denganku, kami beda kelas. Minggu ini dia di sessi praktek dan aku teori. Aku pulang 14.30, Sony 15.30. Okelah kutunggu dia pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan seni, aku tak pernah benar-benar belajar software design di Windows. Gimp dan Inkscape temanku. Untuk itulah kali ini kupilih pilihan Linux di Bootloader Grubku. Bukan windows. Iseng-iseng kutancapkan haier C700ku, kubuka terminal, dan kuketikkan di command line hampir tanpa harapan huruf-huruf yang selama ini kuulang-ulang:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sudo modprobe usbserial vendor=0x05c6 product=0x9004&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sudo wvdial&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Baris-baris informasi bermunculan,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; --&amp;gt; Carrier detected.  Starting PPP immediately.&lt;/span&gt; Gya... Ini dia yang kutunggu-tunggu... koneksi smart pun sukses. Dengan sengaja kuputus koneksi, kujalankan wvdial lagi, dan tidak bisa... Walau begitu itulah pengalaman pertama keberhasilan eksperimenku, mengawali perjalan panjang mengupgrade debianku yang stabil ke testing, dari Lenny ke Squeeze.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gonilan, 30 September 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8033809976239880556-8322625943419330569?l=www.sackullawastu.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sackullawastu.co.cc/feeds/8322625943419330569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/09/sukses-tak-terduga-koneksi-dial-up-pake.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/8322625943419330569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/8322625943419330569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/09/sukses-tak-terduga-koneksi-dial-up-pake.html' title='Sukses Tak Terduga Koneksi Dial Up pake Modem Haier C700 di Debian Linux'/><author><name>Sackullawastu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07587016397033701303</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/Sqd73LLfOgI/AAAAAAAAAAM/W_NFFBYNVuw/S220/dsc00245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8033809976239880556.post-4143079819239694647</id><published>2009-09-26T08:32:00.004+07:00</published><updated>2009-10-06T01:31:33.763+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><title type='text'>Mempercepat Koneksi Smart pake Modem Haier C700 dengan Cething Bolic</title><content type='html'>Hai,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku, untuk sejenak aku tidak berbicara tentang linux di blog ini. Desktop Linuxku kutinggal sendirian di kamar kozku yang sunyi, experimen koneksi smart pake HP modem Haier C700 tertunda liburan lebaran. Kini aku terdampar di rumah orang tua ku, Cangkring nama desanya. Nama yang indah. Pemandangannya tak kalah indah. Bayangkan rumah setengah jadi bercat hijau, di punggir jalan, dikelilingi sawah yang hijau. Itulah rumahku. Kami menamainya Bahtera, memperingati kokohnya rumah setengah jadi kami yang tak ambruk digoncang gempa Jogja Mei 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahtera beda dengan kosku yang 500 m dari tower smart. Aku bahkan tidak tahu dimana tower smart di dekat sini. Ya sudah lah, yang jelas ada sedikit sinyal yang sampai. Satu bar itu wajar, tiga bar senang sekali. Selain baterei cepat habis, koneksi dial up sangat lambat. Komputer bapakku ngos-ngosan menerima koneksi yang lari enggan mati tak mau. Download komik rata-rata 2 kb/s, ini di pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat wajan bolic yang mampu memperkuat sinyal. Dirangkai dengan wireless lann dan repeater katanya bisa menangkap sinyal hotspot wifi dengan radius 2km. Seorang teman pernah mengatakan, prinsip kerja wajan bolic ini bisa juga diterapkan untuk dial up modem pake hape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotor sekali wajan di rumah kami. Masih tersisa minyak jlantah. Bokongnya apalagi, hitam legam berlapiskan jelaga yang sangat tebal. Daripada mengacaukan kedamaian meja komputer kami, kucari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething&lt;/span&gt;, bakul nasi bahasa Indonesianya. Semula hape kuletakkan kira-kira tepat di tengah fokus si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething, &lt;/span&gt;dengan bantuan tempat pensil porselen di tengah-tengah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething. &lt;/span&gt;Penguatan sinyalnya lumayan. Dari 2-3 kB/s menjadi 7-9kB/s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kluthuk. Hape modemku terjatuh ke dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething&lt;/span&gt;. Untunglah kabelnya masih terpasang dan hape oke-oke saja. Belum sempat kubetulkan posisinya, ternyata kecepatan download komik menjadi 12 KB/s. Wow. Ternyata malah sip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuperhatikan posisi hape di dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething. &lt;/span&gt;Kepala hape di bawah, ekor - kabel usb - menjulur ke atas, bertengger manis di tepian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething &lt;/span&gt;yang cekung. Dahinya menempel di tempat pensil porselen di tengah-tengah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething. &lt;/span&gt;Setelah kucoba-coba posisi yang lain, ternyata ini adalah posisi paling sip. Hape di atas tempat pensil maksimal 9kB/s. Hape dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething &lt;/span&gt;tanpa porselen juga sama. Hape di dalam porselen tanpa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething &lt;/span&gt;malah cuma 7kB/s. Tapi cuma hape dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething&lt;/span&gt; menempel pada porselen yang mampu melewati 12kB/s. Kadang-kadang untuk sesaat bisa sampai mendekati 20kB/s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa okenya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething. &lt;/span&gt;Bodinya terbuat dari alumunium, dan lubang-lubang kecil bertebaran di seluruh permukaannya. Bisa jadi tempat pensil porselen memperumit pantulan sinyal yang simpang siur dalam konstruksi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cething&lt;/span&gt;-tempat pensil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada tanggung jawab ilmiah dalam tulisan ini, cukup dengarkan saja pengalamanku itu... karena aku pun sangsi dengan kenaikan kecepatan itu. Kini jam menunjukkan pukul 09.30 AM. Kecepatan download sudah turun hingga 3kB/s.... hiks hiks hiks...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8033809976239880556-4143079819239694647?l=www.sackullawastu.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sackullawastu.co.cc/feeds/4143079819239694647/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/09/mempercepat-koneksi-smart-dengan-modem.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/4143079819239694647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/4143079819239694647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/09/mempercepat-koneksi-smart-dengan-modem.html' title='Mempercepat Koneksi Smart pake Modem Haier C700 dengan Cething Bolic'/><author><name>Sackullawastu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07587016397033701303</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/Sqd73LLfOgI/AAAAAAAAAAM/W_NFFBYNVuw/S220/dsc00245.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8033809976239880556.post-7784247049974156480</id><published>2009-09-11T17:47:00.003+07:00</published><updated>2012-01-07T18:22:50.466+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blogging'/><title type='text'>Tampilan Gnome-Blog</title><content type='html'>Hai,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya postingan ini merupakan percobaan penggunaan tag-tag html di gnome blog, juga mencoba mengatasi format title yang bermasalah. Karena malah mengotori blog, akhirnya yang ini kuedit ulang juga, tanpa menghapus screenshot desktopku di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://farm3.static.flickr.com/2492/3909454356_5c743b345d.jpg" /&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Jendela kiri adalah jendela tempat artikel ditulis, jendela kanan merupakan jendela preferences dimana anda menuliskan informasi account dan server blog anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai ketemu lagi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8033809976239880556-7784247049974156480?l=www.sackullawastu.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sackullawastu.co.cc/feeds/7784247049974156480/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/09/mencoba-tag-tag-html-di-gnome-blog-hai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/7784247049974156480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/7784247049974156480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/09/mencoba-tag-tag-html-di-gnome-blog-hai.html' title='Tampilan Gnome-Blog'/><author><name>Sackullawastu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07587016397033701303</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/Sqd73LLfOgI/AAAAAAAAAAM/W_NFFBYNVuw/S220/dsc00245.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm3.static.flickr.com/2492/3909454356_5c743b345d_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8033809976239880556.post-5921908644794907856</id><published>2009-09-09T20:38:00.004+07:00</published><updated>2012-01-07T18:36:42.688+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blogging'/><title type='text'>Ayo Menulis Blog</title><content type='html'>Hai, ini pertama kalinya Silas muncul di blog ini, setelah ditelantarkan sejak pembnuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sejak kapan aku suka menulis. Seingatku mapel Bahasa Indonesia menjadi mapel paling jeblok di SD. Tulisan tanganku acak-acakan. Walau begitu sejak kecil aku suka membaca. Komik tentu saja. Lama-lama novel juga suka. &lt;br /&gt;Akhir masa SMP mungkin untuk pertama kalinya aku merasakan nikmatnya menulis. Waktu itu guru bahasa Indonesiaku menyuruh siswa-siswanya membuat semacam karya tulis singkat, 4 halaman cukuplah. Dan boleh diketik pake komputer. Betapa senangnya ketika karya tulis 6 halaman berjudul Ayam Kampung itu selesai. Permainan ketik-backspace-block-delete-move ternyata sangat menyenangkan dan membuahkan rangkaian tulisan yang menggemaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa beruntungnya di SMA aku mendapat pelajaran S-P-O-K. Seminari Mertoyudan namanya. Jangan diremehkan begitu pelajaran ini. Satu semester penuh aku dan teman-temanku berlomba-lomba mendapat poin untuk setiap kalimat yang berhasil diurai S-P-O-K nya dengan benar. Kelihatannya mudah. Tapi ternyata tidak. Kalimat-kalimat dalam bahasa Indonesia menyimpan segudang variasi perumitan anak kalimat dan pelesapan yang banyak membuka resiko kesalahan. Semakin sedikit kesalahan gramatika yang terjadi, semakin manis kalimatnya. Editor Kompas pun sering luput membabat kesalahan gramatika yang satu ini, koran lain apalagi, mayoritas kalimat luput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun berjuang sebagai editor Jendela - koran SMA ku - merupakan pengalaman yang berharga. Feeling S-P-O-K semakin menguat, gaya pembuatan kalimatku sedikit meningkat. Dalam hal merangkai kata, aku sangat siap ketika diberi tugas membuat Karya tulis sebagai syarat kenaikan ke kelas 3. Walaupun terlambat sehari dari perjanjian, karya tulis 119 itu selesai juga. Dan aku mendapat hal yang sangat berharga: internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang katrok, tapi kenyataannya begitu. Kelas 2 SMA itulah pertama kalinya aku bergaul dalam dengan internet. Surfing web mencari data, tambah buka friendster. Dan ternyata data ilmiah, meyakinkan, dan profesional yang berbahasa Indonesia sangat sedikit. Mungkin cukup untuk pengetahuan pribadi. Tetapi tidak untuk karya tulis ilmiah. Dan parahnya lagi, sekacau apapun tulisan itu, mereka bisa posting di Internet dan aku tidak. Oke dah, kapan-kapan aku mau menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku membuat account blog di wordpress. Blogger ini pada mulanya experimental saja. Baru 2 artikel aku tulis di wordpress ternyata udah bosen. Kalau pengen baca silakan cek di &lt;a href="http://www.sackullawastu.wordpress.com/"&gt; sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Repotnya akses ke internet merupakan kendala terbesarku. Gak asik banget kan ngetik di warnet. Alternatif lain aku tulis artikel di rumah, dan di warnet tinggal ngepost. Tetapi kenikmatannya telah merosot drastis hingga 98,5874% kira-kiranya. Sungguh menyenangkan punya koneksi cepet di rumah sendiri, tapi apa daya kantong tak sampai. Berjuang pake Dial Up modem gsm sungguh menyiksa, posting lewat hape apa lagi. Tulisan jadi gak karuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya berubah dengan bersenjatakan Desktop Linux. Dengan tampilan yang sangat menggemaskan berupa tampilan mac-OS graphite diperhalus dengan metacity, bahagianya diriku bisa posting blog lewat gnome-blog. Kendati sukses kirim ke blogspot, aku masih belum bisa posting ke wordpress. Selain itu title nya gak muncul. Postingan ini diedit di kemudian hari menggunakan browser, dengan koneksi lewat dial up pake gratisan smart yang unlimited.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup sekian untuk saat ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8033809976239880556-5921908644794907856?l=www.sackullawastu.co.cc' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.sackullawastu.co.cc/feeds/5921908644794907856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/09/mencoba-posting-blog-dari-gnome-blog-ke.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/5921908644794907856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8033809976239880556/posts/default/5921908644794907856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.sackullawastu.co.cc/2009/09/mencoba-posting-blog-dari-gnome-blog-ke.html' title='Ayo Menulis Blog'/><author><name>Sackullawastu</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07587016397033701303</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_ZcVPiddcbpA/Sqd73LLfOgI/AAAAAAAAAAM/W_NFFBYNVuw/S220/dsc00245.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
